Tuhan Tak Perlu Dibela?


Rasa cinta itu memang unik. Sebab bagi para pecinta, mencintai itu bukan soal berbalas ataukah tidak, sebab mencinta itu adalah keperluan dan kenikmatan tersendiri

Meski kita memberikan bagi orang lain, atau sesuatu yang lain, cinta itu tentang diri kita, cinta itu kepuasan diri. Maka siapapun yang mencintai, itu mengayakan dirinya

Lihatlah, bagaimana manusia-manusia yang menyayangi kucing misalnya, mereka tak perlu balasan cinta kucing itu. Mereka hanya perlu mencinta, hanya perlu memerhatikan

Maka mereka yang tak bisa mencinta, hakikatnya sengsara. Rasul sampaikan, "Siapa yang tak mencinta, tak layak dicinta", sebab mencinta itu hajat manusia, sedang dicinta itu bonusnya

Sepaket dengan cinta, adalah pengorbanan, pembelaan, pertolongan. Dan itu bukan tentang yang objek cinta, bukan tentang yang dibela, bukan tentang yang ditolong, ini tentang para pecinta

Membela Allah dan Rasul, bukan berarti mereka lebih lemah, tapi ini soalan cinta. Yang mengharuskan gejolak dalam dada saat Allah dan Rasul dinistakan, atau ditempatkan yang tak semestinya

Menolong agama, bukan berarti agama ini tak berdaya, tapi ini tentang rasa cinta pada agama, yang membuat kita tak bisa diam, saat agama ini dituduh, difitnah dan diperlakukan semena-mena

Sama seperti ketika Allah sampaikan tentang "Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik", maka para pembenci agama menuduh Allah itu fakir, sebab perlu pinjaman

Padahal yang dimaksud disitu adalah rasa cinta, bahwa mereka yang mencintai Allah dan Rasul siap mengorbankan apapun, apalagi hanya harta yang itupun sejatinya milik Allah

Maka mencintai itu, tampak dalam indikasinya, yaitu pengorbanan, pembelaan, pertolongan. Jika semua itu tak tampak, jangan-jangan sudah tak ada lagi cinta di dalam dada
Penulis : Ustadz Felix Siaw

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget