Hati-hati !! Dari Interaksi Yang Tak Syar'i Bisa Jadi Zina Hati


Oleh Dian Riana Sari

Berselancar di media sosial itu bebas kapan saja, dimana saja, mau apa saja itu pilihan si empunya akun media sosial dalam menggunakannya. Media sosial itu mau digunain buat jualan, buat bikin status alay, bikin status unfaedah, atau media sosial itu untuk dakwah mengopinikan kebenaran itu juga pilihan dari si empunya akun tadi. Tapi setiap pilihan ada pertanggung jawabannya kelak di akhirat.

Di dunia maya alias dunia gaib eehh😆  maksudnya dunia persosmedan itu memang bebas banget kita mau ngapain aja. Tapi perlu di catat bahwa ada aturan dalam setiap perbuatan manusia. Dan setiap perbuatan manusia itu terikat hukum syara' dalam Islam. Sebagaimana di dunia nyata, dunia maya itu juga ada tata aturannya dalam Islam. Yang membedakan cuma antara ruang dan waktunya saja.

Naah jadi gini sejak aku ngaji aku dipahamkan bahwa Islam itu mengatur seluruh lini kehidupan dengan detail dan sempurna banget. Dari bangun tidur hingga mau tidur lagi. Dari bangun rumah tangga  hingga bangun negara ehh😆
Dan Islam itu mengatur dengan sangat apiknya tanpa ada satupun yang terlewatkan di dalamnya. Sejak ngaji itulah aku dipahamkan perkara dari hablumminallah, hablumminannafsi, dan hablumminnas.

Lalu.. dalam perkara hubungan berinterakai dalam kehidupan dan khususnya berinteraksi dengan yang bukan mahram itu juga ada tata aturannya dalam Islam. Tidak boleh sekarepe dewe alias semaunya sendiri. Sebab perkara interaksi dengan yang bukan mahram jelas ada aturannya. Dalam Islam kehidupan antara ikhwan dan akhwat itu terpisah ya.

Dalam perkara ini Allah membolehkan adanya interaksi dengan yang bukan mahram itu hanya dalam 3 hal. Apa saja itu?? Pendidikan, kesehatan dan muamalah. Selain dari ke tiga hal ini tidak diperbolehkan berinteraksi tanpa adanya udzur syar'i. Sebab semua yang Allah syari'atkan itu pasti ada kebaikan dan maslahat  tanpa kita mencarinya. So percayakan sama Allah??😁

Lanjut yaak... contoh dalam dunia pendidikan ada guru ikhwan kita diperbolehkan berinteraksi selama dalam lingkup pendidikan. Berbeda kasus ketika si guru ikhwan ngajak jalan bareng murid akhwatnya berduaan tanpa ada kepentingan pendidikan itu jelas tidak boleh.

Terus ketika dalam dunia kesehatan. Bila kita sakit dan dokternya laki-laki misalnya itu juga diperbolehkan karena masih dalam udzur syar'i tadi. Terus dalam muamalah itu seperti jual beli, naik transportasi, interaksi ikhwan akhwat dalam urusan pernikahan itu juga termasuk bagian muamalah. Selama dalam urusan syari diperbolehkan interaksi dengan jaminan tidak melebar kemana-mana.

Begitulah sempurnanya Islam mengatur kehidupan kita sedetail itu. Kita sebagai muslim sudah seharusnya sami'na wa tho'na terhadap syari'at itu. Termasuk Ketika bermain medsos pun juga harus terikat hukum syara'. Seperti halnya didunia nyata sahabatku. Jangan mudah melempar komentar bercandaan, haha hihi dengan emoticon, bahkan asyik banget serasa dunia milik berdua dengan ikhwan yang bukan mahrom. 

Jaga interaksi, jaga pandangan, jaga kehormatan, jaga izzah, jaga iffah kita sebagaimana yang telah Allah perintahkan. Jangan mau menuruti langkah-langkah setan. Fokuslah untuk menjadikan medsos sebagai sarana untuk dakwah semata bukan ajang bercengkrama dengan yang bukan mahram. 

Sebab jangan menyepelekan dosa kecil. Kata musrifahku "dosa besar itu terjadi karena dosa kecil yang disepelekan". Ini bener banget, coba kita pikirkan apakah orang yang berzina itu ujug-ujug langsung berzina?? Jelas tidak. Mereka pelaku zina itu tidak ujug-ujug tapi dosa kecil telah dicicilnya, seperti kenalan dengan yang bukan mahram, chat-an, telponan, interaksi tanpa udzur syar'i, pacaran telah dilakukannya sehingga terjadilah zina besar itu. 

Maka dari itu sangat bijaklah dalam menggunakan media sosial ini. Bila di dunia nyata kita mampu menjaga interaksi dengan yang bukan mahram. Sudah seharusnya di dunia media sosial ini pun sama. Sebab Allah mengawasi kita kapanpun dan dimanapun. InsyaAllah selama di jalan ketaatan Allah pasti mudahkan, selama itu kebaikan pasti ada jalan, selama lillah akan terasa indah.

#MuhasabahDiri
#TerikatHukumSyara'
#KhilafahAjaranIslam

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget